Sunday, September 23, 2018

Mengenal Bagian-Bagian Pada Kamera Beserta Fungsinya

Mengenal Bagian-Bagian Pada Kamera Beserta Fungsinya.


Tidak kalah penting untuk dibahas adalah mengenal bagian-bagian utama pada kamera. Termasuk fungsi dari tombol-tombol yang tersebar di seluruh body kamera.

Jawabannya ia, sangat perlu. Karena untuk bekerja maksimal dengan kamera Anda maka sudah seharusnya Anda mengetahui kegunaan dari semua bagian-bagian penting pada kamera Anda. Selain itu, cara ini juga akan membantu Anda untuk lebih mudah mengikuti instruksi penggunaan kamera.
Sebagai contoh di sini saya akan menampilkan gambar kamera Canon EOS 600D. Bila kamera Anda dari merk lain, jangan khawatir. Semua kamera memiliki fitur dan bagian-bagian yang mirip hanya berbeda tempat dan nama saja sedangkan fungsinya tetaplah sama. Berikut bagian-bagian pada kamera beserta fungsinya:


Keterangan:


1. Lensa merupakan bagian pokok dari kamera yang bekerja sama dengan body kamera. Untuk fungsinya saya pikir tidak perlu saya jelaskan lagi secara panjang lebar di sini. (Baca tentang lensa di sini).

2. Tombol Stabilizer (IS, VR, VC) yang berfungsi untuk menstabilkan getaran oleh tangan (hand shake) saat memotret yang berpotensi membuat hasil foto menjadi motion blur. Prinsip kerja fitur ini adalah dengan mengandalkan sebuah gyrosensor yang mendeteksi getaran pada kamera dan melakukan kompensasi secara mekanik untuk meredam getaran itu. Namun tidak semua lensa memiliki fitur ini.

3. Tombol Pembuka Lensa yang fungsinya tidak lain untuk membantu melepaskan lensa dari body. Cara penggunannya yaitu tombol ditekan sambil lensa dilepas dengan cara diputar ke kiri.

4. Tombol Fokus yang terdiri dari dua mode yaitu Auto Focus (AF) dan Manual Focus (MF). Bila Anda menggunakan mode auto maka berarti kerja fokus digerakkan oleh mesin secara auto. Namun bila memilih mode manual maka kerja fokus Anda yang gerakkan secara manual.

5. Tombol Pembuka Flash yang digunakan untuk membuka lampu flash pada kamera. Tombol ini hanya berfungsi bila kamera dalam keadaan menyala / standby.

6. Built-in Flash Light adalah lampu Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas menjadi lampu kilat. Fungsi utamanya yaitu untuk membantu pencayaan pada kondisi gelap dengan cara meng-illuminate (mencahayai / menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos dengan baik.

7. Tombol Shutter adalah tombol yang Anda tekan untuk mengambil gambar. Untuk belajar cara menggunakan tombol shutter silahkan baca di sini.

8. Grip salah satu bagian menonjol di bagian kanan anatomi kamera yang fungsinya sebagai pegangan pada kamera. Grip didesain dengan tekstur kasar agar Anda bisa memegang kamera dengan kuat tanpa terpleset ketika memotret. Kesalahan memegang grip merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hand shake.

9. Anti Red Eye yang berfungsi sebagai penangkal untuk menghindari mata yang terlihat merah (red eye) pada hasil foto yang merupakan efek dari lampu flash. Masalah ini sering terjadi namun bisa diatasi.

10. Tombol Preview yang gunanya untuk melihat hasil foto Anda pada layar LCD kamera.

11. Tombol Delete yang berfungsi untuk menghapus foto dan data lainnya di dalam kamera.

12. Tombol Navigasi berfungsi untuk membantu Anda mengendalikan program dalam kamera termasuk menggeser pilihan pada menu di kamera. Tidak semua kamera memiliki bentuk tombol navigasi yang sama, ada berupa scroll, analog, dan tombol 4 arah. Pada Canon EOS 600D atau sekelasnya, tombol ini memiliki multi fungsi atau dua peran yaitu sebagai tombol navigasi untuk menggeser pilihan (kiri, kanan, atas, bawah) dan juga sebagai tombol shortcutuntuk mengatur white balance (WB), jenis focus, picture style, dan drive mode.

13. Tombol Fn/Q yang berfungsi untuk merubah / mengalihkan fungsi pada tombol navigasi di atas ke fungsi shortcut.

14. Tombol AV mempunyai fungsi untuk mengatur bukaan diafragma atau aperture. (Baca cara menggunakan aperture di sini)

15. Tombol Zoom yang berfungsi untuk memperbesar hasil foto dan juga untuk memperdekat jarak objek ketika Anda mengaktifkan mode livefiew saat memotret.

16. Mode-Dial adalah menu untuk memilih dan mengganti mode eksposure / modus pemotretan. Di sini Anda bisa menemukan beberapa mode auto instan yang telah disiapkan khusus seperti untuk memotret olahraga, kembang api, malam hari, closeup, dan juga mode manual (M).

17. Tombol Lifeview yang berfungsi untuk mengganti / mengalihkan layar bidik dari viewfinder ke lifeview yang tampil pada layar LCD. Pada EOS 600D tombol ini juga berfungsi untuk merekam video.

18. Viewfinder adalah jendela bidik yang Anda gunakan untuk melihat objek saat memotret. Pada viewfider ini Anda bisa melihat titik fokus dan informasi lainnya seperti light meter, nilai shutter speed, apperture, ISO, dan metering. Pada bagian viewfinder terdapat karet seperti bantalan yang disebut eye pieces, fungsinya untuk menahan cahaya yang masuk ke viewfinder agar objek terlihat benar-benar real.

19. Tombol Menu untuk menuju menu pengaturan utama kamera, sedangkan Tombol Info untuk mengetahui informasi data termasuk informasi foto-foto Anda.

20. Layar LCD memiliki multi fungsi yaitu yang pertama untuk menampilkan keterangan settingan pada kamera, kemudian untuk melihat hasil foto Anda, dan terakhir sebagai layar bidik besar untuk melihat objek yang akan difoto secara live, yang disebut lifeview.

21. Tombol ISO merupakan tombol shortcut (jalan pintas) untuk mengatur ISO. (Baca cara menggunakan ISO di sini).

22. Main-Dial yang juga berfungsi sebagai navigasi untuk menggeser pilihan pada menu tertentu.

23. Tombol Display fungsinya untuk mengaktifkan mode standby dan untuk menghidupkan kembali dari mode standby. Ketika dalam mode standby kamera masih tetaap dalam keadaan menyala, hanya saja sedang diistirahtkan dan bukan dalam keadaan off.

24. Tombol ON/OFF adalah tombol yang berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan kamera.

Semoga bermanfaat dan belajar terus.

Saturday, September 22, 2018

Lebih baik beli DSLR baru atau lama

Lebih baik beli kamera baru atau bekas?


Di purwokerto kamera, sering sekali kita mendapatkan pertanyaan: Apakah lebih baik membeli kamera bekas tapi relatif baru, atau kamera yang baru tapi sudah dua tahun dipasaran? Contoh konkritnya: Apakah lebih bagus Canon 700D atau 600D?
Menjawab pertanyaan seperti ini tentu tidak mudah. Tapi secara teknis yang pasti kamera yang baru seperti 700D lebih bagus dari 600D. Misalnya layarnya 700D sudah touchscreen, sistem autofokus-nya lebih bagus, dan kinerja lebih cepat.


Tapi sebelum membeli kamera bekas, tentunya kita perlu memperhatikan sejarah kamera tersebut misalnya siapa yang menjualnya? Kameranya dipakai untuk apa? Jika digunakan untuk kerja atau jenis fotografi dokumentasi, satwa liar, olahraga, kemungkinan pemakaian cukup tinggi.
Lalu kita juga berhak menanyakan kameranya sudah digunakan berapa kali jepretan? Untuk kamera DSLR Canon biasanya kita bisa memeriksa shutter count dengan upload foto ke situs camera shutter count atau mengunakan software EOS Info (khusus Canon) tapi kalau mirrorless sepertinya tidak bisa. Biasanya kamera pemula ada garansi daya tahan mekanisme shutter sekitar 50rb kali, kamera yang lebih canggih bisa 100 rb dan untuk kamera profesional 150-200k atau lebih.
Selanjutnya, boleh ditanyakan juga apakah ada kerusakan seperti bekas jatuh, tercelup ke dalam air, apakah fungsi-fungsi kamera dan tombol semuanya dalam kondisi bagus?
Yang terakhir yang perlu diperiksa adalah apakah ada jaminan jika setelah dibeli ternyata rusak? Bentuknya seperti apa dan berapa panjang garansinya? Jika sudah berakhir, distributor kameranya resmi atau tidak. Setau saya, jika kameranya selundupan, beberapa merk kamera tidak berkenan melayani jika kita perlu pelayanan (servis) jika ada kerusakan.
Setelah diperiksa semua, jika memang tidak ada masalah tentang kameranya, sebaiknya memang membeli kamera bekas tapi generasinya baru (700D), tapi jika kita kuatir kamera bekas cepat rusak, dan tidak mau repot dan merasa kamera baru tapi keluaran lama cukup bagus, ya boleh pilih beli kamera baru meskipun sudah beberapa tahun dipasaran (600D).

5 Cara Merawat Kamera DSLR yang Benar Agar Tetap Awet

Memiliki kamera DSLR itu berarti Anda harus siap dengan perawatannya. kamera ini juga butuh perawatan agar lensanya selalu bersih dari debu. Selain itu, perawatan kamera DSLR juga dilakukan untuk menjaga kamera ini agar tetap awet. Cara merawat kamera DSLR yang tepat untuk  memang sangat bermanfaat untuk memperpanjang usia kamera.
Tahukah Anda bahwa jamur bisa tumbuh di kamera DSLR yang tidak rutin dibersihkan? Oleh karena itu, jika Anda memiliki kamera DSLR maka lakukan perawatan dengan membersihkannya secara rutin. Kali ini, PURWOKERTOKAMERA akan membagikan cara merawat kamera DSLR untuk pemula. Yuk, simak langkah-langkah selanjutnya berikut ini!

5 Cara Merawat Kamera DSLR yang Baik

1. Jauhkan Kamera dari Air


Meskipun kamera DSLR Anda diklaim waterproof atau weather sealed, usahakan untuk tetap menjauhkan kamera dari air. Kamera DSLR sangat sensitif terhadap air. Air yang masuk ke dalam kamera bisa merusak komponen internal kamera DSLR Anda.
Selain itu, sisa air yang mengendap juga bisa membuat lensa berembun. Cara membersihkan lensa DSLR tanpa menggunakan air adalah dengan cleaning kit. Cleaning kit adalah rangkaian alat pembersih kamera agar tidak jamuran dan berdebu.

2. Jaga Kebersihan Lensa Kamera



Selalu jaga kebersihan lensa kamera Anda walaupun kamera tersebut tidak akan digunakan. Salah satu cara membersihkan lensa DSLR adalah menggunakan cleaning kit, tetapi Anda juga bisa menggunakan cairan pembersih khusus. Akan tetapi, jangan langsung menyemprotkan cairan pembersih tersebut ke lensa, tapi semprotkan cairan ke lap microfiber, lalu usapkan lap tersebut ke seluruh bagian lensa.
Di samping itu, selalu pasang lens cap ketika lensa sedang tidak digunakan. Lens cap akan melindungi lensa kamera Anda dari debu atau sidik jari. Tak hanya mampu menjaga lensa tetap bersih, lens cap juga menjaga lensa agar terlindung dari segala macam benturan.

3. Bersihkan Body Kamera Secara Berkala

Perawatan tidak hanya dilakukan pada layar LCD saja, tapi juga pada body kamera. Usahakan untuk membersihkan body kamera Anda dengan minyak kayu putih. Mengapa? Karena minyak kayu putih lebih cepat kering dan memiliki kandungan air yang sangat sedikit.
Akan tetapi, saat ini sudah banyak tersedia cairan pembersih untuk merawat body kamera. Aplikasikan cairan tersebut ke kain halus, lalu poles kain tersebut ke seluruh body kamera. Jangan lupa untuk menjangkau karet ring zoom dan ring fokus pada lensa kamera, karena bagian-bagian ini biasanya sering terlewatkan saat seseorang membersihkan body kamera DSLR.

4. Lengkapi LCD Kamera dengan Pelindung Layar

Sama seperti ponsel, cara merawat kamera DSLR khususnya pada bagian LCD-nya adalah dengan memasang screen guard atau pelindung layar. Pelindung ini akan menjaga layar agar tidak tergores atau terkena sidik jari. Bahkan, screen guard akan menjaga layar LCD agar terlindung dari air atau debu.
Harga pelindung layar ini murah, tapi banyak fotografer yang lupa atau malas memasangnya. Padahal, pelindung layar adalah satu-satunya cara untuk menjaga layar LCD kamera agar tetap mulus dan bersih.


5. Pasang Filter untuk Melindungi Lensa




Satu hal lagi yang harus diperhatikan jika Anda ingin merawat kamera DSLR agar tetap awet, jangan lupa untuk memasang UV Filter pada lensa Anda. Tenang saja, pemasangan filter pada lensa tidak akan mengurangi kualitas bidikan foto.
Sesuai dengan namanya, UV Filter akan menjaga lensa dari pengaruh buruk sinar matahari yang mengandung ultraviolet. Selain itu, fungsi dari filter adalah untuk mencegah debu dan kotoran menempel di lensa. Filter juga harus dibersihkan secara berkala ketika Anda membersihkan lensa. Namun, Anda tidak perlu ekstra hati-hati saat membersihkan filter lensa ini, cukup gosok filter dengan kain halus saja.